Home » Berita » Penantian Penuh Doa Keluarga Pramugari Esther Aprilita, Rekan Florencia Lolita, Korban Pesawat ATR 42-500 Masih Yakin Ada Mujizat

Penantian Penuh Doa Keluarga Pramugari Esther Aprilita, Rekan Florencia Lolita, Korban Pesawat ATR 42-500 Masih Yakin Ada Mujizat

Esther Aprilita

HARIININEWS.COM—Keluarga pramugari Esther Aprilita, rekan pramugari berdarah Minahasa Florencia Lolita, yang menjadi korban dalam peristiwa pesawat ATR 42-500 masih memegang kuat harapan akan adanya mujizat Tuhan.

Hingga saat ini, pihak keluarga mengaku belum menerima kepastian langsung terkait kondisi Esther dan terus menanti kabar resmi dari pihak berwenang.

Sang Ibu menyampaikan komunikasi terakhir dengan Esther terjadi pada Jumat malam sebelum peristiwa tersebut. Dalam percakapan singkat itu, Esther sempat memberi tahu dirinya berada di Yogyakarta. Seperti biasanya, Esther dikenal sebagai sosok yang rajin memberi kabar kepada keluarga, terutama saat sedang bertugas.

“Komunikasi terakhir itu Jumat malam. Dia bilang ada di Jogja. Biasanya memang selalu komunikasi, makanya kami sangat berharap,” ujar pihak keluarga dengan suara penuh harap.

Kebiasaan Esther untuk selalu menjaga komunikasi menjadi alasan kuat bagi keluarga untuk tetap percaya bahwa masih ada kemungkinan baik yang bisa terjadi. Hingga kini, keluarga belum melihat secara langsung keberadaan Esther, sehingga keyakinan terhadap adanya mujizat Tuhan masih dipegang erat.

Sokong Gebrakan Joune Ganda, WTTL Minut Siap Jadi Mitra Strategis Pemkab, Johanis Solang Usung Ormas Adat Berbasis Aksi Nyata

“Selama kami belum melihat Ester, kami percaya mujizat Tuhan itu masih ada,” ungkap keluarga dengan penuh keyakinan.

Peristiwa pesawat ATR 42-500 yang melibatkan sejumlah awak dan penumpang ini menjadi perhatian luas publik. Proses pencarian dan identifikasi korban terus dilakukan oleh tim terkait. Di tengah upaya tersebut, keluarga korban berada dalam situasi emosional yang berat, diapit antara harapan, doa, dan penantian panjang.

Bagi keluarga Esther Aprilita, doa menjadi kekuatan utama. Mereka berharap upaya pencarian dapat membuahkan hasil dan memberikan kejelasan tentang nasib Esther. Harapan itu tidak hanya datang dari keluarga inti, tetapi juga dari kerabat dan rekan-rekan yang mengenal Esther sebagai pribadi yang ramah, berdedikasi, dan mencintai pekerjaannya sebagai pramugari.

Keluarga juga mengajak masyarakat untuk ikut mendoakan agar proses pencarian berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik. Mereka percaya bahwa dukungan doa dari banyak pihak dapat menjadi penguat di tengah situasi yang sulit ini.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan risiko tinggi dalam dunia penerbangan, terutama bagi para awak yang setiap hari mengemban tanggung jawab besar dalam melayani penumpang. Sosok Esther Aprilita kini tidak hanya menjadi bagian dari sebuah peristiwa, tetapi juga simbol harapan bagi keluarga yang menunggu dengan setia.

Perkuat Layanan Korban Kekerasan, RSUD Maria Walanda Maramis Bangun Sinergi dengan DP3A Minut

Hingga berita ini diturunkan, keluarga masih menanti informasi resmi lebih lanjut. Mereka memilih untuk tetap optimistis, berpegang pada iman, dan berharap adanya kabar baik. Di tengah ketidakpastian, keyakinan akan mujizat Tuhan menjadi pegangan utama keluarga pramugari Esther Aprilita.(rds)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *