HARIININEWS.COM—Situasi tidak biasa terjadi di sejumlah rumah sakit di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, pada Senin sore (26/1/2026).
Puluhan pelajar sekolah menengah mendatangi Instalasi Gawat Darurat dengan keluhan serupa, mulai dari mual hebat, muntah, pusing, hingga nyeri perut.
Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan konsumsi Makanan Bergizi Gratis yang mereka terima di sekolah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, siswa-siswa tersebut berasal dari tiga sekolah, yakni SMA Karitas Tomohon, SMK Negeri 1 Woloan, dan SMA Santa Familia Tomohon.
Para pelajar diketahui mengonsumsi makanan program gizi di lingkungan sekolah pada jam belajar, sebelum akhirnya mengalami gangguan kesehatan beberapa jam setelah berada di rumah.
Keluhan mulai muncul secara bertahap pada sore hari. Sejumlah orang tua mengaku awalnya mengira anak mereka hanya kelelahan, namun kondisi cepat memburuk. “Awalnya hanya bilang pusing, tidak lama kemudian perutnya sakit dan muntah. Kami tidak berani ambil risiko, langsung ke rumah sakit,” tutur salah satu orang tua siswa.
Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang paling awal menerima pasien dalam jumlah banyak.
Petugas medis di IGD menyampaikan sejak sore hingga malam hari, pasien terus berdatangan dengan gejala yang relatif sama. Penanganan dilakukan secara cepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Selain itu, Rumah Sakit Bethesda Tomohon juga menangani sejumlah siswa dengan kondisi serupa. Fakta pasien tersebar di lebih dari satu rumah sakit menandakan kejadian ini tidak bersifat insidental, melainkan melibatkan cukup banyak korban dari lokasi yang berbeda.
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana tegang di area rumah sakit. Orang tua tampak mondar-mandir menunggu kabar kondisi anak mereka, sementara beberapa siswa masih harus menjalani observasi medis. Sebagian lainnya sudah diperbolehkan pulang, namun tetap diminta beristirahat dan menghindari aktivitas berat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Polres Tomohon, Pemerintah Kota Tomohon, maupun Badan Gizi Nasional. Belum diketahui apakah sampel makanan telah diamankan untuk pemeriksaan laboratorium atau apakah akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.(*)


Comment