HARIININEWS.COM—Keikutsertaan Sulawesi Utara (Sulut) dalam Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan KTNA XVII 2026 di Gorontalo, tidak berhenti pada tingginya jumlah peserta. Sepulang dari ajang nasional tersebut, ribuan petani dan nelayan Sulut didorong segera menerapkan berbagai inovasi dan teknologi yang diperoleh guna meningkatkan produktivitas serta memperkuat perekonomian daerah.
Sulawesi Utara tercatat sebagai kontingen terbesar dalam Penas XVII dengan 2.160 peserta dari 15 kabupaten dan kota. Capaian itu mendapat perhatian tersendiri sekaligus menjadi indikator tingginya antusiasme petani dan nelayan Sulut dalam mengembangkan kapasitas usaha mereka.
Keberhasilan menghadirkan ribuan peserta tersebut turut mengantarkan Ketua Kontingen KTNA Sulut, Deasye Sjuul Lumbaa, memperoleh apresiasi dari berbagai pihak. Kepemimpinannya dinilai mampu menggerakkan partisipasi petani, nelayan, serta pelaku usaha sektor pertanian dan perikanan untuk aktif mengikuti agenda nasional tersebut.
Ketua KTNA Sulut, Arly Dondokambey, menilai peran Deasye cukup signifikan dalam mengoordinasikan kontingen selama pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, kehadiran Sulut dalam jumlah besar menjadi bukti kuatnya semangat pelaku sektor pertanian dan perikanan untuk terus belajar dan berkembang.
“Setelah Penas ini, tantangan berikutnya adalah bagaimana ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas petani dan nelayan di daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Deasye Lumbaa menegaskan bahwa manfaat terbesar dari Penas bukan hanya pada keikutsertaan peserta, melainkan pada kemampuan mengimplementasikan hasil pembelajaran yang diperoleh selama kegiatan.
Menurutnya, petani dan nelayan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, berbagai inovasi, teknologi, dan pengalaman yang diperoleh selama Penas perlu diterapkan secara nyata di lapangan.
“Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan Sulawesi Utara,” kata Deasye.
Selama Penas XVII, peserta Sulut mengikuti berbagai agenda strategis seperti temu usaha, temu teknologi, forum diskusi, pelatihan, hingga pameran pembangunan. Kontingen Sulut juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mempromosikan berbagai komoditas unggulan daerah dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan produk olahan.
Dengan berakhirnya Penas XVII, fokus berikutnya adalah mengubah hasil pembelajaran menjadi langkah nyata yang dapat meningkatkan daya saing sektor pertanian dan perikanan Sulawesi Utara. (*)


Comment