Home » Berita » 2 Penemuan Mayat Gegerkan Sulut: Kerangka Lansia di Kebun Tomohon, KKM Tewas di Kamar Kapal

2 Penemuan Mayat Gegerkan Sulut: Kerangka Lansia di Kebun Tomohon, KKM Tewas di Kamar Kapal

HARIININEWS.COM – Sunyi kebun di pinggir Kota Tomohon mendadak ramai.

Warga dikejutkan oleh penemuan kerangka manusia.
Tak berselang lama, kabar duka lain datang dari pelabuhan di Bitung.

Dua peristiwa ini membuat publik Sulawesi Utara terguncang dalam beberapa hari terakhir.

Korban pertama diketahui bernama Alfrets Supit. Pria 76 tahun itu adalah warga Kelurahan Lahendong Lingkungan I.

Ia sempat dilaporkan hilang sejak 11 Desember 2025.

Sokong Gebrakan Joune Ganda, WTTL Minut Siap Jadi Mitra Strategis Pemkab, Johanis Solang Usung Ormas Adat Berbasis Aksi Nyata

Jumat (16/1/2026), jasadnya ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka.

Lokasi penemuan berada di Perkebunan Kolombawi, Kelurahan Kampung Jawa.

Wilayah itu masuk Kecamatan Tomohon Selatan, Sulawesi Utara. Di sekitar kerangka, petugas menemukan sejumlah barang.

Masih melekat kaos krem dan celana biru dongker. Ada tas selempang abu-abu serta sepatu boots hijau tua. Barang-barang itu diduga milik korban.

Kasi Humas Polres Tomohon, Iptu Musalino Patah, menyebut saksi pertama berinisial YK.

Perkuat Layanan Korban Kekerasan, RSUD Maria Walanda Maramis Bangun Sinergi dengan DP3A Minut

YK merupakan warga Kelurahan Tumatangtang Satu Lingkungan VI. Penemuan itu kemudian dilaporkan ke pihak berwajib.

Sementara itu, duka lain datang dari atas kapal.
Jagat media sosial ramai membicarakan kematian seorang awak kapal.

Korban bernama Wahyu Prasetyo, berusia 33 tahun. Ia menjabat sebagai Kepala Kamar Mesin di KM Sabuk Nusantara 105.

Wahyu ditemukan meninggal di dalam kamarnya.

Peristiwa itu terjadi Rabu malam (14/1/2026).
Saat itu kapal sedang bersandar di Dermaga II Pelabuhan Samudera Bitung.

Selalu Hadir di Tengah Bencana, Korban Gempa Sangihe Terima Bantuan CEP, Ratusan Keluarga Dapat Paket Sembako

Kabar tersebut viral hingga Kamis (15/1/2026).

Menurut informasi, Wahyu terakhir terlihat bekerja di ruang mesin. Aktivitas itu berlangsung sekitar pukul 09.00 WITA.

Sekitar pukul 10.00 WITA, kapten kapal mencoba menghubunginya. Namun panggilan tak mendapat jawaban.

Kecurigaan muncul karena tak ada respons hingga sore hari.

Sekira pukul 18.50 WITA, sejumlah ABK diminta mengecek kamar korban. Pintu kamar dibuka dan kondisi mengenaskan terlihat.

“Saat pintu kamar dibuka, kami melihat Wahyu Prasetyo sudah dalam posisi tergantung,” kata Yanus Thomas Nafie. Pernyataan itu disampaikan kepada pihak kepolisian.

Hingga kini, dua kasus tersebut masih dalam penanganan aparat. Polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi. Informasi resmi akan disampaikan sesuai hasil penyelidikan. (rds)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *