HARIININEWS.COM – Insiden yang terjadi di sebuah warung makan di Manado pada waktu subuh kini menjadi perhatian publik setelah berkembang dari dugaan pelecehan menjadi persoalan relasi kuasa dan komunikasi intimidatif.
Peristiwa tersebut dialami CL (23) dan terjadi sekitar pukul 05.00 WITA.
CL mengaku mengalami sentuhan yang dinilainya tidak pantas dari seorang pria yang berada di lokasi.
Ia menyatakan kaget dan tersinggung karena merasa martabatnya direndahkan di ruang publik. Reaksi spontan korban muncul sebagai bentuk penolakan atas perlakuan yang dianggap melewati batas.
Situasi kemudian memanas. Pria yang diduga terlibat justru membantah tudingan dan disebut bereaksi keras, termasuk menyampaikan ancaman pelaporan balik.
Padahal, di area warung makan tersebut terdapat kamera pengawas yang aktif merekam kejadian.
Korban lalu meminta agar rekaman CCTV dibuka dan saksi dihadirkan.
Permintaan itu dimaksudkan untuk memastikan kejadian dinilai secara objektif, bukan berdasarkan asumsi sepihak.
Upaya klarifikasi ini dilakukan sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi.
Menurut keterangan korban, suasana berubah tegang setelah terduga pelaku mengklaim dirinya sebagai staf khusus Gubernur Sulawesi Utara.
Ia disebut menyampaikan pernyataan yang menonjolkan pengaruh dan posisi, bahkan di hadapan polisi yang datang melakukan penanganan awal.
Kasus ini kini ditangani Polsek Sario. CL telah menyampaikan laporan dan kronologi resmi serta menyatakan siap bertanggung jawab secara hukum apabila tuduhannya tidak terbukti.
Aparat menyebut rekaman CCTV menjadi salah satu bukti penting dalam proses penyelidikan yang masih berjalan. (rds)


Comment