Home » Berita » Selalu Hadir di Tengah Bencana, Korban Gempa Sangihe Terima Bantuan CEP, Ratusan Keluarga Dapat Paket Sembako

Selalu Hadir di Tengah Bencana, Korban Gempa Sangihe Terima Bantuan CEP, Ratusan Keluarga Dapat Paket Sembako

HARIININEWS.COM—Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe beberapa waktu lalu tak hanya merusak rumah dan fasilitas warga, tetapi juga meninggalkan duka serta ketidakpastian bagi banyak keluarga yang terdampak.

Di tengah proses pemulihan, secercah harapan mulai hadir. Ratusan keluarga korban gempa menerima bantuan paket sembako melalui gerakan “CEP Peduli”, sebuah inisiatif Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Christiany Eugenia Paruntu (CEP).

Bantuan yang disalurkan pada Sabtu (4/7/2026) itu, diserahkan langsung tim relawan di sejumlah titik terdampak. Paket bantuan berisi beras, minyak goreng, gula, mi instan, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat selama masa pemulihan.

Bagi warga yang masih berjuang menjalani aktivitas di tengah keterbatasan pascagempa, bantuan tersebut bukan sekadar bahan pangan. Kehadirannya menjadi simbol kepedulian dan dukungan agar masyarakat tidak merasa menghadapi cobaan ini sendirian.

Sokong Gebrakan Joune Ganda, WTTL Minut Siap Jadi Mitra Strategis Pemkab, Johanis Solang Usung Ormas Adat Berbasis Aksi Nyata

Bagi CEP, mengatakan bencana yang menimpa masyarakat Sangihe merupakan duka bersama. Karena itu, menurutnya, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk saling membantu dan memastikan warga terdampak mendapatkan perhatian.

“Di tengah musibah ini, masyarakat Sangihe tidak boleh merasa sendiri. Negara harus hadir, dan kita sebagai wakil rakyat berkewajiban memastikan bantuan sampai langsung kepada mereka yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Sangihe,” ujar CEP.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sembari menunggu proses pemulihan berjalan. Namun, menurutnya, perhatian terhadap warga terdampak tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan darurat semata.

CEP juga mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mempercepat proses rehabilitasi serta rekonstruksi berbagai fasilitas yang rusak agar masyarakat dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara (Sulut) itu menilai wilayah kepulauan seperti Sangihe memiliki tantangan tersendiri dalam penanganan bencana, terutama terkait distribusi bantuan. Oleh sebab itu, penguatan sistem mitigasi, kesiapan logistik, serta perlindungan sosial harus menjadi perhatian bersama agar respons terhadap bencana di masa mendatang semakin cepat dan efektif.

Perkuat Layanan Korban Kekerasan, RSUD Maria Walanda Maramis Bangun Sinergi dengan DP3A Minut

Selain pembangunan kembali infrastruktur, CEP menekankan pentingnya pemulihan ekonomi masyarakat. Menurutnya, program pemberdayaan ekonomi perlu diperkuat agar keluarga-keluarga terdampak dapat kembali bangkit dan mandiri.

Rasa syukur pun disampaikan warga penerima bantuan. Mereka mengaku paket sembako tersebut sangat berarti di tengah kondisi yang masih serba terbatas akibat dampak gempa.

“Terima kasih Ibu CEP. Bantuan ini sangat membantu kami yang rumahnya rusak dan belum bisa beraktivitas seperti biasa,” ungkap salah seorang warga.

CEP menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pemulihan Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui fungsi pengawasan dan penganggaran di DPR RI. Ia berharap masyarakat segera pulih, kembali beraktivitas, dan menatap masa depan dengan optimisme setelah melewati masa-masa sulit pascagempa. (*)

Deasye Lumbaa Tuai Apresiasi, Sulut Pulang dari Penas Bawa Misi Tingkatkan Produktivitas Petani dan Nelayan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *