HARIININEWS.COM – Tim SAR gabungan memastikan korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung berjenis kelamin laki-laki.
Korban ditemukan berada di dalam jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dari titik penemuan serpihan pesawat.
Kepala Basarnas Makassar, Muh Arif, mengungkapkan korban ditemukan pada koordinat 4 derajat 54 menit 44 detik Lintang Selatan dan 119 derajat 44 menit 48 detik Bujur Timur.
Lokasi tersebut berada di area ekstrem dengan kontur tebing curam dan akses terbatas.
“Korban berada di dalam jurang kurang lebih 200 meter dari lokasi serpihan pesawat. Saat ini proses evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas gabungan di lapangan,” ujar Muh Arif.
Ia menjelaskan, medan terjal dan jurang curam menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.
Untuk itu, operasi SAR melibatkan sekitar 1.200 personel gabungan yang dibagi ke dalam enam Search and Rescue Unit (SRU).
Empat SRU dikerahkan melalui jalur darat untuk melakukan penyapuan langsung di sektor-sektor prioritas. Sementara dua SRU lainnya melaksanakan pencarian dan pemantauan dari udara.
Pencarian udara melibatkan pesawat Boeing milik TNI Angkatan Udara serta helikopter Caracal.
Operasi ini difokuskan untuk menjangkau area yang tidak dapat diakses dari darat sekaligus membantu penentuan titik evakuasi paling aman.
Basarnas selaku SAR Mission Coordinator (SMC) terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait, termasuk TNI, Polri, dan instansi pendukung lainnya, guna memastikan operasi berjalan efektif dan aman.
“Setiap unsur bekerja sesuai peran masing-masing. Koordinasi terus dilakukan agar proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan optimal,” tambahnya.
Setelah berhasil dievakuasi, korban akan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut. (rds)


Comment