Home » Berita » Hangatnya Syukuran Tahun Baru dan Jumpa Kasih, Satukan Iman serta Pengabdian, CEP Usung Komitmen Pelayanan dan Politik Berintegritas

Hangatnya Syukuran Tahun Baru dan Jumpa Kasih, Satukan Iman serta Pengabdian, CEP Usung Komitmen Pelayanan dan Politik Berintegritas

 

 

HARIININEWS.COM—Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kediaman pribadi Christiany Eugenia Paruntu (CEP) di Kota Tomohon, Rabu (25/6/2026) malam. Kehangatan di rumah baru begitu kental terasa, terutama di sela-sela Acara Syukuran Memasuki Tahun 2026 dan Jumpa Kasih bersama anggota DPR RI tersebut.

Bagi banyak orang, ini bukan sekadar agenda seremonial. Ada nuansa perenungan, ada pula rasa rindu yang terobati.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) itu, mengundang sejumlah hamba Tuhan serta anak-anak yatim dari Panti Asuhan GMIM Nazareth Tomohon. Dalam balutan suasana sederhana namun penuh makna, ia berbagi kasih, berbagi doa, dan berbagi harapan.

Audisi Umum PB Djarum 2026 Pekan Baru: Cetak Harapan Baru Bulutangkis

Ibadah syukur dipimpin langsung Ketua Sinode GMIM, Dr Pdt Adolof Katuuk, yang dalam khotbahnya mengajak seluruh undangan memaknai pergantian tahun bukan sekadar hitungan kalender, melainkan momentum memperbarui komitmen iman dan pelayanan.

“Semua karena kemurahan Tuhan. Apa pun dinamika yang terjadi dalam hidup dan pelayanan, Tuhan tetap memegang kendali,” pesan Katuuk dalam refleksinya.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, yang turut hadir, menyebut momen tersebut sebagai “reuni penuh makna”.

Ia mengingat kembali perjalanan politiknya yang pernah menjadi bagian dari Partai Golkar sejak usia 17 tahun, sebelum kemudian berproses dan bergabung dengan Partai NasDem.

“Ini seperti pulang ke rumah lama. Saya ini Golkar yang direstorasi menjadi NasDem,” ungkap Victor dengan senyum.

Selalu Punya Cara untuk Beda, Rayakan Ultah Malah di Lapangan Padel, Itulah William Luntungan

Ia pun menyampaikan terima kasih atas dukungan Partai Golkar dalam proses pencalonannya hingga kini memasuki satu tahun masa jabatan. Menurutnya, dukungan Golkar memiliki arti strategis dalam perjalanan pemerintahan saat ini.

“Kami berharap terus didukung dan dikawal dalam menjalankan pemerintahan,” ujarnya.

Dalam sambutan Gubernur Yulius Selvanus yang dibacakannya, ia juga mengajak seluruh elemen untuk menjadikan tahun yang baru sebagai momentum refleksi, memperkuat sinergi, serta menjaga stabilitas politik dan pembangunan di Sulawesi Utara.

Tetty, sapaan akrab CEP, tak menampik bahwa perjalanan politik selalu diwarnai dinamika. Ia menyinggung fakta sejak awal Partai Golkar telah mengusung Victor Mailangkay sebagai calon wakil gubernur.

“Memang sempat ada dinamika. Tapi kami percaya, semua sudah menjadi jalan Tuhan,” ucapnya.

AUDISI UMUM PB DJARUM 2026: Kevin Sanjaya Bagikan Perjuangan Menembus Audisi Umum PB Djarum

Bahkan setelah pasangan YSK–Victory resmi diusung, Golkar Sulut disebutnya all out memberikan dukungan hingga proses berjalan tuntas.

Di sisi lain, CEP menyoroti ketidakhadiran sejumlah DPD II dalam agenda tersebut. Hal itu menjadi catatan di tengah konsolidasi jelang Musda Golkar. “Saya sudah ada absen dan ini akan menjadi catatan,” tegasnya.

Sebagai anggota Komisi VI dan Badan Anggaran DPR RI, Tetty menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Meski ia mengakui kerja sama yang terbangun sejauh ini belum banyak, tetapi langkah-langkah konkret sudah mulai dilakukan. “Pelan-pelan, tapi pasti. Kita dorong sesuai dengan tupoksi,” katanya.

Yang menarik, ia menegaskan kediamannya bukan sekadar rumah pribadi. Ia ingin menjadikannya rumah doa. Bahkan ada kerinduan membangun sebuah chapel kecil agar siapa saja bisa datang untuk berdoa.

“Ini bukan soal rumah baru. Ini rumah doa. Saya ingin siapa pun bisa datang mencari Tuhan di tempat ini,” ungkapnya tulus.

Bagi Tetty, pelayanan bukanlah hal baru. Sejak menjabat sebagai bupati, ia merasa memiliki keterbebanan untuk membantu banyak orang. Ia pun mengakui pernah mengalami kekalahan dalam perjalanan politiknya. Namun dari situ, ia belajar tentang kekuatan doa dan penyertaan Tuhan.

“Saya pernah kalah. Tapi saya percaya, Tuhan masih beri kesempatan karena masih banyak yang harus saya bantu,” ujarnya dengan nada reflektif sembari berjanji akan lebih sering turun langsung menemui masyarakat.

Tetty pun meminta doa agar estafet kepemimpinan di Partai Golkar Sulut dapat terus berlanjut dengan baik. Ia secara khusus menyebut sang adik, Michaela Elsiana Paruntu (MEP), agar dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan partai. “Semua dalam rencana Tuhan. Kita hanya menjalankan,” katanya.

Malam itu, di tengah doa dan canda yang mengalir hangat, syukur bukan hanya terucap lewat kata-kata. Ia hidup dalam kebersamaan. Dalam harapan yang diperbarui. Dalam tekad untuk terus melayani, baik di panggung politik maupun dalam ruang-ruang doa. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah serta pembagian bingkisan.

Turut hadir pula dalam momen hangat tersebut, Wali Kota Tomohon Carrol Senduk didampingi Wakil Wali Kota Tomohon Sendy Rumajar, Bupati Sitaro Chyntia Inggrid Kalangit, serta para anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota Fraksi Partai Golkar se-Sulut  jajaran fungsionaris partai Golkar se-Sulut. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *