HARIININEWS.COM – Kisruh kembali mengiringi pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Utara.
Kali ini, persoalan mencuat dari salah satu Sekolah Dasar setelah keluhan orang tua murid ramai diperbincangkan di grup Facebook Sulut Viral.
Keluhan tersebut disampaikan oleh pemilik akun Claresta Dumais yang mempertanyakan perubahan jam kedatangan MBG di sekolah anaknya.
Dalam unggahannya, ia mengaku heran karena makanan bergizi yang sebelumnya dibagikan pada pagi hari saat jam sekolah, kini justru datang pada sore hari.
Akibatnya, anak-anak tidak lagi mendapatkan jatah makanan sebagaimana mestinya.
“Ingin bertanya mengenai MBG yang disalurkan ke sekolah-sekolah. Apa memang MBG sekarang datangnya sore atau tidak di jam sekolah anak (pagi)? Tahun lalu datang pagi, tahun ini datang sore. Dan pada saat anak-anak pergi ambil makanan sudah tidak ada,” tulis Claresta.
Ia melanjutkan, berdasarkan keterangan pihak sekolah, pengambilan makanan MBG hanya diberi waktu sekitar 30 menit.
Namun dalam praktiknya, tidak semua orang tua atau siswa kebagian. Beberapa orang tua mengaku datang untuk mengambil makanan, tetapi makanan tersebut sudah habis lebih dulu.
Persoalan ini kemudian dibahas di grup WhatsApp kelas sekolah.
Awalnya, diskusi berlangsung santai untuk mencari kejelasan.
Namun seiring berjalannya waktu, pembahasan justru memanas hingga berujung pada Claresta yang dikeluarkan dari grup percakapan tersebut.
Dalam unggahannya, ia juga menyebut bahwa MBG yang dipermasalahkan berasal dari wilayah Molas dan diduga disalurkan oleh SPPG Cendekiah, sembari menambahkan permohonan maaf jika terdapat kekeliruan informasi.
Unggahan tersebut pun memicu beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah komentar menyoroti peran sekolah dalam penyaluran MBG.
Akun Lucia Deysi menilai sekolah seharusnya turut bertanggung jawab karena adanya kerja sama resmi antara pihak sekolah dan penyedia katering.
Ia menegaskan bahwa kedatangan MBG di luar jam sekolah merupakan kekeliruan serius yang perlu ditegaskan oleh pihak sekolah kepada penyalur.
Komentar senada disampaikan akun Iren Iren yang menilai pihak sekolah wajib menjadi perantara komunikasi antara penerima dan penyalur MBG.
Menurutnya, tanpa peran aktif sekolah, keluhan dari siswa maupun orang tua tidak akan tersampaikan dengan baik.
Ia juga mempertanyakan logika distribusi MBG untuk anak SD yang justru datang pada sore hari, bahkan hingga sekitar pukul 15.00.
Hingga keluhan ini ramai dibahas di media sosial, belum ada penjelasan resmi dari pihak sekolah maupun penyelenggara MBG terkait perubahan jam distribusi serta mekanisme pembagian makanan. (rds)


Comment