
HARIININEWS.COM—Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) dipastikan akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI pada Sabtu, 11 April 2026, di Novotel Manado Golf Resort & Convention Center. Agenda lima tahunan ini diprediksi menjadi momentum konsolidasi sekaligus penentuan arah kepemimpinan baru Partai Golkar di Bumi Nyiur Melambai.
Juru Bicara Golkar Sulut, Feryando Lamaluta, mengungkapkan bahwa Musda akan dihadiri ratusan kader dari seluruh kabupaten/kota di Sulut.
“15 kabupaten/kota akan hadir, sekitar 200 orang,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Yang menarik, Musda kali ini dipastikan bakal dihadiri langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Kehadiran orang nomor satu di tubuh Partai Beringin itu menjadi salah satu pertimbangan utama penentuan waktu pelaksanaan.
“Jadi kita senang karena Ketum akan hadir dalam Musda ini,” tambah Feryando yang juga Wakil Ketua I Golkar Sulut.
Menjelang pelaksanaan Musda, peta kekuatan internal partai kian mengerucut. Nama Michaela Elsiana Paruntu (MEP) disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menakhodai DPD I Golkar Sulut periode 2026–2031.
Dukungan terhadap MEP mengalir deras dari struktur partai tingkat kabupaten/kota. Dari total DPD II yang ada, hampir seluruhnya, sekitar 12 hingga 15 daerah, dikabarkan telah menyatakan dukungan. Hanya beberapa daerah seperti Mitra, Sitaro, dan Bolmong yang belum menentukan sikap.
“Sudah banyak menyatakan dukungan sehingga saat ini bisa dibilang MEP yang paling kuat,” tegas Feryando.
Secara politik, angka tersebut menempatkan MEP di posisi sangat dominan. Dalam tradisi internal Golkar, kombinasi dukungan struktural dan sinyal dari DPP kerap menjadi faktor penentu dalam kontestasi Musda.
MEP dinilai sebagai figur paling lengkap dalam konfigurasi internal Golkar Sulut saat ini. Selain menjabat Ketua DPD II Golkar Minahasa Selatan, ia juga merupakan pimpinan DPRD Provinsi Sulut, posisi strategis yang memperkuat legitimasi politiknya.
“Sudah menjadi Ketua DPD II Golkar Minsel dan pimpinan DPRD Sulut, jadi sangat berpengalaman dan punya prestasi,” jelas Feryando.
Tak hanya itu, jejaring komunikasi MEP hingga ke level pusat disebut menjadi nilai tambah signifikan. Bahkan, berdasarkan informasi yang beredar, MEP disebut telah mengantongi restu dari Ketua Umum Golkar.
Kuatnya arus dukungan turut memunculkan spekulasi bahwa Musda kali ini berpotensi berlangsung secara musyawarah mufakat atau aklamasi.
Koordinator Wilayah (Korwil) Partai Golkar Sulawesi, Muhidin Said, memberi sinyal positif terkait hal tersebut.
“Semoga Musda ini aklamasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya soliditas internal seluruh kader demi masa depan partai.
Hal senada disampaikan Ketua DPD I Golkar Sulut saat ini, Christiany Eugenia Paruntu. Ia memastikan seluruh persiapan telah rampung dan Musda siap digelar.
“Pak Ketua Umum Bahlil Lahadalia akan hadir dan membuka Musda,” katanya.
Di sisi lain, MEP menyatakan kesiapan penuh menjalankan arahan DPP Partai Golkar untuk membesarkan partai di Sulawesi Utara. Ia juga memohon dukungan dan doa masyarakat agar diberi kepercayaan memimpin Golkar Sulut ke depan.
Jika skenario aklamasi benar terjadi, maka MEP akan menerima tongkat estafet kepemimpinan dari Christiany Eugenia Paruntu, yang juga merupakan kakak kandung sekaligus mentornya.
Hal ini sekaligus mempertegas kuatnya tradisi politik keluarga Paruntu dalam tubuh Partai Golkar di Sulut. Rekam jejak keluarga ini telah lama mengakar, mulai dari almarhum Jopie Paruntu hingga generasi penerus lainnya yang terus aktif di panggung politik. (*)


Comment