
HARIININEWS.COM—Pengakuan terhadap kualitas layanan kesehatan daerah kembali ditegaskan di panggung nasional. RSUD Maria Walanda Maramis tampil sebagai salah satu institusi yang mencuri perhatian dalam ajang TOP BUMD Awards 2026, dengan memborong tiga penghargaan sekaligus.
Capaian tersebut tidak sekadar prestasi seremonial, tetapi menjadi indikator kuat bahwa tata kelola layanan publik di Kabupaten Minahasa Utara terus bergerak ke arah yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam ajang yang digelar di Raffles Jakarta tersebut, penghargaan TOP Pembina BUMD 2026 diberikan kepada Bupati Minahasa Utara, Joune J.E. Ganda. Penghargaan ini menyoroti peran kepala daerah dalam memastikan arah kebijakan yang konsisten terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan.
Di level operasional, Direktur RSUD, Alain V. Beyah, turut diganjar TOP CEO BUMD 2026. Kepemimpinan yang dinilai adaptif dan inovatif menjadi faktor utama dalam mendorong transformasi layanan di rumah sakit tersebut.
Sementara itu, secara kelembagaan, RSUD Maria Walanda Maramis meraih TOP BUMD 2026 #Star 3—sebuah pengakuan atas kinerja institusi yang dinilai telah memenuhi standar tinggi dalam pengelolaan dan pelayanan publik.
Penghargaan tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Novly Wowiling, bersama Direktur RSUD, sebagai representasi sinergi antara pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit.
Dalam forum yang sama, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa BUMD dan BLUD memiliki posisi strategis, bukan hanya sebagai entitas layanan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah.
“Kinerja yang baik harus dipertahankan. Tata kelola yang transparan dan inovasi yang adaptif menjadi kunci bagi BUMD untuk menjawab kebutuhan masyarakat saat ini,” ujarnya.
Bagi manajemen RSUD, capaian ini menjadi refleksi dari kerja kolektif seluruh elemen, mulai dari tenaga medis hingga dukungan kebijakan pemerintah daerah. Lebih dari itu, penghargaan ini dipandang sebagai titik pijak untuk terus meningkatkan standar pelayanan.
“Ini bukan akhir, melainkan dorongan untuk terus berbenah dan memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik,” ujar dr. Alain.
Sebagai langkah lanjutan, dewan juri juga merekomendasikan penguatan kapasitas manajerial melalui program pelatihan lanjutan pada akhir April 2026. Upaya ini diharapkan mampu menjaga konsistensi kualitas layanan sekaligus memperkuat daya saing RSUD di tingkat nasional. (*)


Comment